LoadingLoadingLoadingLoadingLoadingLoadingLoadingLoadingLoadingLoadingmore-verticalLainnyaTrendingkumparan+Opini & CeritaPeringkat PenulisBerlangganan kumparan+Cara Menulis di kumparankumparanNEWSverified-greenNewsJokowi Betul soal Corona RI Tak Masuk 10 Besar Dunia, Bagaimana Data Kematian?Konten ini diproduksi oleh kumparan

Jokowi Betul soal Corona RI Tak Masuk 10 Besar Dunia, Bagaimana Data Kematian? (612567)searchPerbesar
Petugas memakamkan jenazah COVID-19 di pemakaman khusus COVID-19 di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (27/7). Foto: Willy Kurniawan/REUTERS

Presiden Jokowi optimistis dengan tren kasus corona di Indonesia yang terus menunjukkan penurunan. Hal itu diungkapkan dalam sambutannya di acara UOB Economic Outlook 2022 pada Rabu (15/9).ADVERTISEMENT"Sebagai negara dengan penduduk terbesar ke-4 di dunia, Indonesia tak masuk dalam 10 besar jumlah kasus tertinggi di dunia," kata Jokowi.Jokowi mengucapkan rasa syukur atas capaian penanganan corona di Indonesia tersebut. Kasus corona harian pun disebutnya terus turun dari puncak di 15 Juli, yaitu 56 ribu kasus menjadi 2.577 kasus pada 13 September 2021."Sebuah penurunan yang sangat tajam. Persentase kasus harian kita sebesar 13,6 kasus harian per 1 juta. jauh di bawah negara-negara tetangga kita di ASEAN," jelas dia.Bagaimana datanyaSesuai dengan yang diungkapkan Jokowi, data akumulasi kasus corona Indonesia pada tanggal 13 September 2021 memang tidak masuk 10 besar tertinggi dunia.Menurut data worldometers, data kasus akumulasi corona Indonesia pada tanggal tersebut berjumlah 4.170.088. Hal ini menempatkan Indonesia di peringkat 13 dengan akumulasi kasus corona tertinggi.ADVERTISEMENTSedang memuat…SSedang memuat…like0comment0 01 April 2020more-verticalMeskipun demikian, data total kasus corona Indonesia berbeda dengan total kematian corona yang ternyata masuk 10 besar tertinggi dunia.Pada 13 September, Indonesia mencatatkan 139.165 orang meninggal akibat COVID-19. Angka ini menempatkan RI sebagai peringkat 7 kasus kematian corona terbanyak dunia.

Penambahan Kasus di ASEAN Paling Sedikit

Jokowi sempat menyinggung pertumbuhan kasus corona RI lebih sedikit ketimbang negara-negara tetangga di ASEAN. Pada tanggal 13 September, Indonesia mencatatkan penambahan 2.577 kasus baru corona.Penambahan tersebut memang bukan yang paling sedikit di ASEAN. Pada tanggal yang sama, 5 negara anggota ASEAN lain mencatatkan angka yang lebih kecil yakni Myanmar (+2.273), Kamboja (+629), Singapura (+607), Laos (+198), dan Brunei (+160).Meski begitu, penambahan kasus RI yang mempertimbangkan proporsi penduduk memang terlihat paling kecil di antara negara anggota ASEAN lainnya. Indonesia hanya menambahkan 9,3 kasus corona per 1 juta penduduk pada 13 September. ADVERTISEMENTNegara anggota ASEAN lainnya mencatatkan lebih dari 25 kasus corona per 1 juta penduduk pada periode yang sama. Angka tertinggi dicatatkan oleh Malaysia yang berjumlah 489,07 positif corona per 1 juta penduduk.Selain indikator tersebut, Jokowi mengeklaim bahwa tingkat kesembuhan corona Indonesia lebih tinggi dibanding dunia. Tingkat kematian adalah jumlah kematian corona dibagi dengan total kasus positif.Hasilnya, dengan hitungan tersebut, tingkat kesembuhan corona Indonesia berada di angka 94,27% per 13 September. Sementara tingkat kesembuhan corona dunia masih berada di bawahnya yakni 89,65 persen.1631690685416018564Informasi RedaksiยทLaporkan tulisandrop-downTim Editorlike0Sumber : https://kumparan.com/kumparannews/jokowi-betul-soal-corona-ri-tak-masuk-10-besar-dunia-bagaimana-data-kematian-1wX9xXREE7w